Sabung Ayam Taji, Seni atau Tidak?

Sabung Ayam Taji, Seni atau Tidak?

Menguak kontroversi Sabung Ayam Taji, Seni atau Tidak? berawal, dari berdebatnya teman di sebuah forum khusus ayam aduan, sabung ayam menggunakan taji di anggap bukanlah sebuah seni oleh salah satu teman di forum tersebut. Oleh karena itu teman ku yang satu lagi membantah dan tidak setuju, dia mengganggap bahwa sabung ayam menggunakan pisau taji ini adalah sebuah seni, yang sudah dilakukan oleh orang-orang Indonesia sejak dahulu kala.

Sabung Ayam Taji, Seni atau Tidak?

Sebelum kita membahas lebih dalam alangkah baiknya kita mengenal lebih dahulu mengenai sabung ayam taji. Sabung ayam taji adalah sebuah prosesi atau acara adu ayam atau sabung ayam yang menggunakan jenis ayam filipina yang telah dipasangkan sebuah pisau taji atau istilahnya gaff di kaki ayam yang akan diadu tersebut.

Teman saya sebagi penggemar Sabung Taji atau Sabung Pisau yang biasa kalau di Bali disebut dengan nama Tajen atau kalau di Tanah Toraja Sulawesi dikenal dengan Massaung Manuk, kemudian menyanggah peryataan teman saya yang pertama mengatakan bahwa sabung ayam taji bukan merupakan seni. Menurut nya ada beberapa hal yang merupakan seni dalam prosesi sabung ayam taji, yaitu sebagai berikut.

  • Proses Pembuatan Pisau Taji, untuk membuat pisau taji yang digunakan pada adu ayam ini dimulai dari proses pemilihan bahan, menentukan bentuk yang cocok, pembuatan sampai pengasahan yang cukup rumit.
  • Pemilihan Ayam untuk pemasangan Taji, dalam memilih ayam yang akan digunakan harus menyesuaikan teknik dari si ayam tersebut, biasanya bisa ditentukan dari teknik pukulan nya seperti apa.. contohnya jika ayam tersebut memiliki teknik pukulan seperti mesin jahit, maka taji yang cocok digunakan berbentuk lurus tetapi sedikit bengkok, berat atau tinggi nya ayam juga diperhitungkan untuk menentukan panjang dari Pisau Taji yang akan dipasangkan.
  • Perhitungan Bulu dan hari yang cocok untuk di tandingkan.
  • Teknik pelepasan, dalam pertandingan sabung taji biasanya setiap pemilik harus mengetahui teknik pelepasan ayam yang cocok sesuai dengan karakteristik dan sifat dari ayam yang ia miliki, apakah harus dilepas dengan cara di dorong, atau dilepas dekat atau dilepas jauh.
  • Cara perawatan yang tentunya berbeda dan lebih berfokus kepada teknik, keseimbangan dan kecepatan dari ayam yang khusus dilatih untuk sabung taji tersebut.

Sabung Ayam Taji, Seni atau Tidak? – Saya sebagai pencinta ayam aduan dan sebagai salah satu masyarakat yang turut melestarikan budaya sabung ayam memang lebih sependapat dengan teman saya yang mengatakan bahwa sabung taji itu termasuk memiliki seni. Ayam yang digunakan adalah jenis ayam filipin atau ayam jenis bali, yang memiliki bulu lengkap dan indah pada saat bertarung dengan kepakan-kepakan terbang yang lebih sering dilakukan. Berbeda dengan sabung ayam menggunakan ayam bangkok yang lebih menggunakan teknik ngalung, fisik seperti lari, dan lainnya.

Terlepas dari sadis atau tidaknya sabung ayam taji, alangkah lebih baiknya jika kita bercermin kemasa lalu.. di masa lalu acara sabung taji ini sudah lama dilakukan oleh nenek moyang suku-suku di Indonesia. Alangkah baiknya acara sabung taji ini dilestarikan sebagai sebuah bagian dari hobby dan salah satu seni sabung ayam. Sabung Ayam Taji, Seni atau Tidak?

Pada video Sabung Ayam Taji, Seni atau Tidak? di atas kita bisa melihat pertarungan sabung ayam taji di filipina.

Dalam pertarungan tersebut terlihat ayam dipasangkan sebuah pisau yang cukup panjang, diketahui bahwa panjang dari pisau taji pada laga ayam di video diatas sekitar 3-4 inci dan terbuat dari besi stainless steel. Berikut beberapa gambar closeup dari bentuk pisau taji yang umum digunakan pada pertandingan ayam taji ini.

pisau-taji1

pisau-taji2

pisau-taji3

Kita harus bersyukur di indonesia dikaruniai berbagai macam suku dan daerah yang menjadikan kita memiliki cara pandang berbeda dalam menilai sebuah masalah, yang malah justru membuat bangsa kita semakin kaya. Termasuk dalam hal ayam aduan, ada yang suka dengan aduan ayam pukul alami (tanpa taji pisau) atau menggunakan alat bantu pisau (khususnya indonesia bagian tengah & timur). sah-sah aja, semua menarik.

Di Bali mengadu ayam mungkin sudah mendarah daging sejak jaman leluhur dahulu menghuni pulau ini, adu ayam bukan semata taruhan, tapi diperlukan dalam berbagai ceremony. Harus ada darah yang tertumpah, dan itu sudah diganti dengan darah binatang ternak (khususnya ayam yg diadu). bukankah itu juga masuk dalam ranah seni & budaya?. bahkan Tajen (adu ayam) sudah masuk dalam agenda pariwisata yang cukup menarik dan untuk kesenian itu para wisatawan datang. Sabung Ayam Taji, Seni atau Tidak?

Akhir kata, marilah kita sama-sama melestarikan budaya yang satu ini, karena ini adalah salah satu warisan budaya yang asli dan khas dari negara kita Indonesia. wassalam